A..
CINTA SESAMA SEBAGIAN DARI IMAN
عَنْ
أَ نَسٍ عَنِ النِّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَا لَ لاَ يُؤْ مِنُ
أَ حَدُ كُمْ حَتَّى يُحِبَّ ِلاَ خِيْه مَا
يُحِبُّ لِـنَفْـسِهِ (رواه البخارى و مسلم و أحمد )
Artinya:Diriwayatkan Anas bin Malik ra. Berkata:Nabi
saw telah bersabda: tidak sempurna iman seseorang itu, sebelum dia mengasihi
saudaranya (Nabi bersabda) “sebelum dia kasihkan jiran tetangganya (saudaranya)
sebagaimana dia kasihkan dirinya sendiri
B. CIRI MUSLIM TIDAK MENGGANGGU
ORANG LAIN
عَنْ
عَبْدِ اللهِ ابْنُ عُمَرِى رَ ضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:قَالَ ا لْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِـنْلِسَا
نِهِ وَ يَدِهِ وَالْمُهَا جِـرُ مَنْ هَا جَرَ مَا نَهَى اللهُ عَـنْهُ ( ر واه البخا رى و أبو دا ود و النسا ءى)
Artinya: Dari Abdullah bin Umar ra. Berkata: Bersabda
Rasulullah saw. Yang dimaksud orang beriman adalah orang yang orang-orang
lainnya selamat dari gangguan lidah dan tangannya,sedang yang disebut
orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkan semua yang dilarang
Allah (HR.Bukhari,Abu Dawud dan Nasa’i)
C. REALISASI
IMAN DALAM HADAPI TAMU,TETANGGA DAN BERTUTURKATA
عَنْ أَ بِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَا لَ: مَنْ كَا نَ يُؤْ مِنُ بِا اللهِ وَالْيَوْمِ
اْلآ خِرِ فَلْيُكْرِمُ ضَيْفَهُ وَمَنْ
كَانَ يُؤْ مِنُ بِا اللهِ وَ الْيَوْمِ اْلآ خِرِ فَلْيُحْسِنُ اِلَى
جَارِهِ وَمَنْ كَانَ يُؤْ مِنُ بِا اللهِ وَالْيَوْمِ اْلآ خِرِ فَلْيَقُـلْ
خَيْرًا أَ وْ لِـيَصْمُتْ ( أ خرجه البخارى و مسلم و ابن ما جه)
Artinya: Dari Abu Hurairah dia berkata: Rsulullah
saw bersabda:”siapa yang eriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia
menghormati tamunya, dan siapa yang eriman kepada Allah dan hari akhir, maka
hendaklah dia berbuat baik kepada tetangganya; dan siapa yang beriman kepada
Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata-kata baik atau hendaklah dia
diam (HR.Bukhari Muslim dan Ibnu Majah)
D.
MENGHUBUNGKAN SILATURAHMI
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ
اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَنْ أََحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ فِي
رِزْقِهِ, وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ, فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ ) أَخْرَجَهُ اَلْبُخَارِيُّ
Artinya: Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa ingin dilapangkan
rizqinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia menghubungkan tali kekerabatan
(silaturrahim)." (HR.Bukhari)
E.
MEMUTUSKAN SILATURAHMI TIDAK AKAN MASUK SURGA
عَنْ
جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه
وسلم ( لا يَدْخُلُ اَلْجَنَّةَ قَاطِعٌ )
يَعْنِي قَاطِعَ رَحِمٍ
مُتَّفَقٌ
عَلَيْهِ
Artinya : Dari Jubair Ibnu Muth'im Radliyallaahu 'anhu
bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak akan masuk
surga seorang pemutus, yaitu pemutus tali kekerabatan." (Muttafaq Alaihi)
F. HADITS MALU ADALAH BAGIAN DARI IMAN
عَنْ
أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ
مِنْ الْإِيمَانِ( ر واه البخا رى
Artinya: Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam, beliau bersabda: "Iman memiliki lebih dari enam puluh cabang,
dan malu adalah bagian dari iman"(HR.Bukhari)
G. MENJAGA LISAN DAN TANGAN
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ
عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ( ر
واه البخا رى
Artinya: Dari Abdullah bin 'Amru
dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bersabda: "Seorang muslim adalah
orang yang Kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya, dan seorang Muhajir
adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah "(HR.Bukhari)
H. MEMBERI MAKAN DAN MENGUCAPKAN SALAM
حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ
خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَزِيدَ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ
عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ قَالَ
تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ
تَعْرِفْ( ر واه البخا رى
Artinya: Telah menceritakan kepada
kami 'Amru bin Khalid berkata, Telah menceritakan kepada kami Al Laits dari
Yazid dari Abu Al Khair dari Abdullah bin 'Amru; Ada seseorang yang bertanya
kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Islam manakah yang paling
baik?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Kamu memberi
makan, mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu
kenal".(HR.Bukhari)
I. MENCINTAI ALLAH DAN RASULNYA LEBIH DARI APAPUN
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ
قَالَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ
اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثٌ
مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ
أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ
إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ
يُقْذَفَ فِي النَّارِ( ر واه البخا رى
Artinya: Telah menceritakan kepada
kami Muhammad bin Al Mutsanna berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul
Wahhab Ats Tsaqafi berkata, telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Abu
Qilabah dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau
bersabda: "Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan
mendapatkan manisnya iman: Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya
dari selain keduanya. Jika ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya
kecuali karena Allah. Dan dia benci kembali kepada kekufuran seperti dia benci
bila dilempar ke neraka"(HR.Bukhari)
J. MENGIRINGI JENAZAH SEBAGIAN DARI IMAN
عَنْ
أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
مَنْ اتَّبَعَ جَنَازَةَ مُسْلِمٍ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا وَكَانَ مَعَهُ حَتَّى
يُصَلَّى عَلَيْهَا وَيَفْرُغَ مِنْ دَفْنِهَا فَإِنَّه يَرْجِعُ مِنْ الْأَجْرِ
بِقِيرَاطَيْنِ كُلُّ قِيرَاطٍ مِثْلُ أُحُدٍ وَمَنْ صَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ
رَجَعَ قَبْلَ أَنْ تُدْفَنَ فَإِنَّهُ يَرْجِعُ بِقِيرَاطٍ( ر
واه البخا رى
Artinya: Dari Abu Hurairah, bahwa
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Barangsiapa
mengiringi jenazah muslim, karena iman dan mengharapkan balasan dan dia selalu
bersama jenazah tersebut sampai dishalatkan dan selesai dari penguburannya,
maka dia pulang dengan membawa dua qiroth, setiap qiroth setara dengan gunung
Uhud. Dan barangsiapa menyolatkannya dan pulang sebelum dikuburkan maka dia
pulang membawa satu qiroth". Hadits seperti ini juga diriwayatkan dari
Utsman Al Mu`adzin, dia berkata; telah menceritakan kepada kami 'Auf dari
Muhammad dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. (HR.Bukhari)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar