Total Tayangan Halaman

Kamis, 12 Desember 2013

REALISASI IMAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL

A.. CINTA SESAMA SEBAGIAN DARI IMAN
عَنْ أَ نَسٍ عَنِ النِّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَا لَ لاَ يُؤْ مِنُ أَ حَدُ كُمْ حَتَّى يُحِبَّ ِلاَ خِيْه مَا يُحِبُّ لِـنَفْـسِهِ (رواه البخارى و مسلم و أحمد )
Artinya:Diriwayatkan Anas bin Malik ra. Berkata:Nabi saw telah bersabda: tidak sempurna iman seseorang itu, sebelum dia mengasihi saudaranya (Nabi bersabda) “sebelum dia kasihkan jiran tetangganya (saudaranya) sebagaimana dia kasihkan dirinya sendiri

B. CIRI MUSLIM TIDAK MENGGANGGU ORANG LAIN
عَنْ عَبْدِ اللهِ ابْنُ عُمَرِى رَ ضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:قَالَ ا لْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِـنْلِسَا نِهِ وَ يَدِهِ وَالْمُهَا جِـرُ مَنْ هَا جَرَ مَا نَهَى اللهُ عَـنْهُ ( ر واه البخا رى و أبو دا ود و النسا ءى)
Artinya: Dari Abdullah bin Umar ra. Berkata: Bersabda Rasulullah saw. Yang dimaksud orang beriman adalah orang yang orang-orang lainnya selamat dari gangguan lidah dan tangannya,sedang yang disebut orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkan semua yang dilarang Allah (HR.Bukhari,Abu Dawud dan Nasa’i)

C. REALISASI IMAN DALAM HADAPI TAMU,TETANGGA DAN BERTUTURKATA
عَنْ أَ بِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَا لَ: مَنْ كَا نَ يُؤْ مِنُ بِا اللهِ وَالْيَوْمِ اْلآ خِرِ فَلْيُكْرِمُ ضَيْفَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْ مِنُ بِا اللهِ وَ الْيَوْمِ اْلآ خِرِ فَلْيُحْسِنُ اِلَى جَارِهِ وَمَنْ كَانَ يُؤْ مِنُ بِا اللهِ وَالْيَوْمِ اْلآ خِرِ فَلْيَقُـلْ خَيْرًا أَ وْ لِـيَصْمُتْ ( أ خرجه البخارى و مسلم و ابن ما جه)
Artinya: Dari Abu Hurairah dia berkata: Rsulullah saw bersabda:”siapa yang eriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia menghormati tamunya, dan siapa yang eriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia berbuat baik kepada tetangganya; dan siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata-kata baik atau hendaklah dia diam (HR.Bukhari Muslim dan Ibnu Majah)

D. MENGHUBUNGKAN SILATURAHMI
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَنْ أََحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ فِي رِزْقِهِ, وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ, فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ )    أَخْرَجَهُ اَلْبُخَارِيُّ 
Artinya:  Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa ingin dilapangkan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia menghubungkan tali kekerabatan (silaturrahim)." (HR.Bukhari)

E. MEMUTUSKAN SILATURAHMI TIDAK AKAN MASUK SURGA
عَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لا يَدْخُلُ اَلْجَنَّةَ قَاطِعٌ )  يَعْنِي قَاطِعَ رَحِمٍ
مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Artinya : Dari Jubair Ibnu Muth'im Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak akan masuk surga seorang pemutus, yaitu pemutus tali kekerabatan." (Muttafaq Alaihi)

F. HADITS MALU ADALAH BAGIAN DARI IMAN
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ( ر واه البخا رى

Artinya: Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Iman memiliki lebih dari enam puluh cabang, dan malu adalah bagian dari iman"(HR.Bukhari)

G. MENJAGA LISAN DAN TANGAN
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ( ر واه البخا رى
Artinya: Dari Abdullah bin 'Amru dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bersabda: "Seorang muslim adalah orang yang Kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya, dan seorang Muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah "(HR.Bukhari)

H. MEMBERI MAKAN DAN MENGUCAPKAN SALAM
حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَزِيدَ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ قَالَ تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ( ر واه البخا رى
Artinya: Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Khalid berkata, Telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Yazid dari Abu Al Khair dari Abdullah bin 'Amru; Ada seseorang yang bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Islam manakah yang paling baik?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Kamu memberi makan, mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal".(HR.Bukhari)

I. MENCINTAI ALLAH DAN RASULNYA LEBIH DARI APAPUN
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ( ر واه البخا رى

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab Ats Tsaqafi berkata, telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Abu Qilabah dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman: Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya. Jika ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah. Dan dia benci kembali kepada kekufuran seperti dia benci bila dilempar ke neraka"(HR.Bukhari)

J. MENGIRINGI JENAZAH SEBAGIAN DARI IMAN
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ اتَّبَعَ جَنَازَةَ مُسْلِمٍ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا وَكَانَ مَعَهُ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا وَيَفْرُغَ مِنْ دَفْنِهَا فَإِنَّه يَرْجِعُ مِنْ الْأَجْرِ بِقِيرَاطَيْنِ كُلُّ قِيرَاطٍ مِثْلُ أُحُدٍ وَمَنْ صَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ رَجَعَ قَبْلَ أَنْ تُدْفَنَ فَإِنَّهُ يَرْجِعُ بِقِيرَاطٍ( ر واه البخا رى

Artinya: Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Barangsiapa mengiringi jenazah muslim, karena iman dan mengharapkan balasan dan dia selalu bersama jenazah tersebut sampai dishalatkan dan selesai dari penguburannya, maka dia pulang dengan membawa dua qiroth, setiap qiroth setara dengan gunung Uhud. Dan barangsiapa menyolatkannya dan pulang sebelum dikuburkan maka dia pulang membawa satu qiroth". Hadits seperti ini juga diriwayatkan dari Utsman Al Mu`adzin, dia berkata; telah menceritakan kepada kami 'Auf dari Muhammad dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. (HR.Bukhari)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar